Minggu, 29 Januari 2017

Sebab Pelangi Turun setelah Hujan Reda

| | 0 komentar

KETIKA dunia terasa sempit; kadang kau remas dadamu perih, menatap nanar langit mendung dan meringis. Tanpa kau sadari matamu beranak sungai. Terisak sebab sendu mencabik lihai. Lantas bertanya-tanya ‘kan sebab dera bertubi-tubi, bahkan tak jarang kau hujat Ilahi.
Kadang kau menjerit tak sabar; sebab rasa kau pikul isi dunia di pundak kiri-kanan. Berontak tak mampu bertahan. Ngilu menahan beban yang berat nian. Butuh dekapan yang tak kau dapat bahkan dari kawan. Lalu kau rutuki takdir dan suratan, tanpa sadari insan selainmu tak kalah berat pikul cobaan.
Mungkin kau lupa; hidup ini tak abadi bahagia. Ada kala kau mesti sengsara. Ada masa kau rasakan nelangsa. Senang-susah; terus bergulir tak peduli menimpa siapa. Karena sungguh, hidup tanpa derita ‘kan kau jumpai hanya di surga.
Kala petaka kau rasa tak berujung dan tak berkesudahan, pun kala tak kunjung kau temukan jawaban akan persoalan, barangkali kau lupa firman Ilahirrahman, bahwa “Sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan.”[1] Bersabarlah, Kawan, ada solusi di tiap soalan.
Kala kau kecewa tak satupun ulurkan tangan, tak perlu kikis hati lebih dalam. Barangkali ini cara Ilahi mengajarkan, bahwa terus bergantung pada insan hanya buahkan kekecewaan. Ingatlah kala Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di gua Tsur bercakap bersama Abu Bakar, sahabat seperjuangan, “Janganlah engkau berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita”. [2] Kau tak sendirian, Kawan.
Ilahi tak membelenggumu. Dia tak menelantarkanmu. Boleh jadi Dia menyayangimu dengan hadiahi cobaan ‘tuk mengujimu. Akankah kau bersabar? Tegarkah kau bertahan? Kukuhkah dirimu bak batu karang? Hanya Dia-kah yang kau harapkan? Bertambahkah rapal do’amu lewat lisan? Tinggikah kau naikkan level iman? Tanyakan dirimu, Kawan, karena di tanganmulah semua jawaban.
Tak perlu benturkan kepala sebab semua kepelikan. Tak perlu hitungi goresan hati yang terlanjur penuh memar. Tak perlu kenang semua yang hilang dan tak pernah kembali pulang. Tak usah ukur butiran peluh yang menjadi saksi penderitaan. Tak usah pula kau hitung seberapa deras air mata mengucur di pipi kiri-kanan, sebab semua tahu, bahwa pelangi ‘kan datang kala redanya sang hujan.

[1] QS. At-Taubah: 40
[2] QS. Al-Insyirah: 6
Read more...

Rabu, 25 Januari 2017

8 Pesan Untuk Para Suami

| | 0 komentar

Suami yang baik salah satunya adalah tentu saja yang paling baik perlakuannya pada keluarganya. Namun, untuk jadi suami yang baik tentu diperlukan ilmu dan proses. 
Salah satu dari bagian ilmu dan proses adalah nasihat. Maka, berikut ini ada delapan nasihat untuk para suami untuk bisa menjadi baik, yang kami rangkum dari berbagai sumber:
1. Hargai isteri Anda sebagaimana engkau menghargai ibu Anda, sebab isteri Anda juga seorang ibu dari anak-anak Anda.
2. Jika marah, boleh tidak berbicara dengan isteri Anda, tapi jangan bertengkar dengannya (membentaknya, mengatainya, memukulnya).
3. Kantung rumah adalah seorang isteri, jika hati isteri Anda tidak bahagia, maka seisi rumah akan tampak seperti neraka (tidak ada canda tawa, manja, perhatian). Maka sayangi isteri Anda agar dia bahagia dan Anda akan merasa seperti di surga.
4. Besar atau kecil gaji Anda, seorang isteri tetap ingin diperhatikan. Dengan begitu, maka isteri Anda akan selalu menyambut Anda pulang dengan kasih sayang.
5. Dua orang yang tinggal satu atap (menikah) tidak perlu gengsi, bertingkah, siapa menang siapa kalah. Karena keduanya bukan untuk bertanding melainkan teman hidup selamanya.
6. Di luar banyak wanita idaman melebihi isteri Anda, namun mereka mencintaimu atas dasar apa yang Anda punya sekarang. Bukan apa adanya dirimu,saat kamu menemukan masa sulit, maka wanita tersebut akan meninggalkan Anda dan punya pria idaman lain di belakang Anda.
7. Banyak isteri yang baik, tapi di luar sana banyak pria yang ingin mempunyai isteri yang baik dan mereka tidak mendapatkannya. Mereka akan menawarkan perlindungan terhadap isteri Anda, maka jangan biarkan isteri Anda meninggalkan rumah karena kesedihan, sebab ia akan sulit sekali untuk kembali.
8. Ajarkan anak laki-lakimu bagaimana berlaku terhadap ibunya, sehingga kelak mereka tahu bagaimana memperlakukan isterinya. []
Read more...

Bahagiakan Istri, Rasulullah Lakukan 6 Langkah Ini

| | 0 komentar

Sebagai imam dalam rumah tangga, seorang suami bukan hanya memimpin dengan gaya kepemimpinan otoriter. Tetapi, ia juga harus bersikap baik. Terutama membahagiakan istri, menjadi salah satu hal yang perlu suami lakukan.
Rasulullah ﷺ pun selalu membahagiakan istri-istrinya. Dan sebagai seorang muslim, tak ada salahnya jika Anda mengikuti jejak Rasul. Lantas, seperti apakah cara Rasul membahagiakan istri?
1. Rasulullah Membantu Pekerjaan Istrinya
Pekerjaan seorang istri adalah mengurusi pekerjaan rumah tangga. Namun, hal ini tidak menjadi penghalang bagi Rasulullah untuk tetap membantu istrinya dalam mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Sebagai sepasang suami istri hendaknya kita saling membantu satu sama lain. Pekerjaan seorang istri tidaklah mudah. Oleh karena itu, bantuan dari suami akan meringankan pekerjaan istrinya sehingga tidak mengalami kelelahan.
2. Rasulullah Sering Berbincang-bincang dengan Istrinya pada Malam Hari
Pasangan suami istri hendaknya saling berbagi atas apa yang mereka rasakan dan mereka lakukan dalam hari itu. Dengan bercerita maka komunikasi akan terjalin dengan baik dan merasakan kenyamanan tinggal di rumah. Dalam sebuah hadis dijelaskan bahwa suami yang baik adalah suami yang meluangkan sedikit waktunya untuk berbincang-bincang dengan istrinya. Keharmonisan keluarga akan terjalin dengan sempurna antarkeluarga.
3. Rasulullah Tidak Pernah Benci pada Istrinya
Sebagai manusia, seorang istri pasti juga memiliki kekurangan dalam dirinya. Karena tak ada manusia yang sempurna. Ketika seorang istri memiliki sifat yang tidak disukai oleh suaminya, maka sang suami tidak berhak untuk membenci sang istri. Karena selain memiliki kekurangan, pastilah dia memiliki kelebihan yang bisa kita lihat. Ketika seorang istri melakukan kesalahan, janganlan suami langsung membentaknya. Karena bisa saja sang istri berperilaku tersebut karena ada penyebab tertentu. Ingat-ingatlah kebaikan yang pernah dilakukan sang istri untuk menurunkan emosi sejenak pada suami.
4. Rasulullah Mengungkapkan Cintanya dengan Kata-kata
Apabila seorang suami tidak mengungkapkan perasaannya, maka seorang istri akan menebak-nebak perasaan suami. Hal ini sangatlah tidak menyenangkan bagi perempuan. Hampir setiap perempuan akan merasa senang jika pasangannya mengungkapkan rasa cinta dengan sebuah ucapan yang jujur. Menampakkan rasa cinta satu sama lain dapat mendekatkan hubungan pasangan suami istri dalam pernikahan dan menjadi tips cara membahagiakan istri. Dalam sebuah hadis pun juga dijelaskan bahwa laki-laki dianjurkan untuk mengungkapkan perasaannya kepada sang istri.
5. Rasulullah Selalu Menghibur Istrinya yang Sedih
Kehidupan tidaklah selalu bahagia. Pasti kita akan mengalami pasang surut emosi dan kondisi. Hal ini membuat kehidupan kita terkadang menjadi sedih. Sehingga kita tidak bisa selamanya bersenang-senang dengan istri. Pada kondisi tertentu, pastilah sang istri memiliki masalah yang membuatnya sedih. Oleh karena itu, suami berkewajiban menghibur istrinya. Hal ini juga dicontohkan oleh Rasulullah, ketika salah satu istri Rasulullah menangis, beliau datang dan langsung menghapus air matanya.
6. Rasulullah Tidak Memukul Istrinya
Sebagai seorang suami yang mengerti agama, cara membahagiakan istri tercinta hendaknya ia akan berperilaku lemah lembut pada istrinya. Ia tidak akan mudah untuk menyiksa, menampar atau memukul istrinya. Karena pada dasarnya, Islam sangat memuliakan seorang perempuan. Namun pada kondisi tertentu seorang suami diperkenankan memukul istri, jika ia membangkang. Tapi memukulnya pun tidak diperkenankan pada mukanya. Rasulullah justru berperilaku lemah lembut pada istrinya. 
Read more...

Pengikut

Mengenai Saya

Foto saya
REZPECT AND UNITY FOR ALL^^

Wikipedia

Hasil penelusuran

Daftar Blog Saya

Translate

Total Tayangan Halaman

Cari Blog Ini

 
 
 
top