Rabu, 12 Agustus 2015

Aku yang Berusaha Mengikhlaskanmu Tanpa Berhenti Mencintaimu

| |

Kita dulu mungkin pernah bersama, berada pada ruang yang sama dalam waktu yang sama, dalam ritme detak jantung yang sama. Dalam irama tawa yang sama tapi,tahukah kamu ??
Saat semua harus terhenti karena jarak,  Aku tetap disini terdiam di posisi yang sama.

1. Kamu yang memilih datang dengan tawa
Aku tidak akan pernah lupa jika setiap hari kamu menyapaku dengan tawa. Suara tawamu seperti bait-bait lagu yang indah terdengar di telingaku.
Saat kau ucap rindu yang membuat hatiku berdesir tak karuan.

2. Hari-hari seperti melodi indah

Kita biasa menghabiskan banyak waktu bersama dan bekerja di lingkungan yang sama. Mendengarkan musik bersama walaupun kadang kamu sibuk memainkan game di Ipad mu tapi bagiku kamu berada di sampingku saja aku sudah cukup bahagia.
Saling mengejek bersama menertawakan kebodohan masing-masing bahkan berkata apapun tanpa kita takut ada yang tersinggung karena kita tau kadang sayang tidak harus dikatakan dengan bahasa yang halus. Kadang kepedulian harus lantang dikatakan dengan bahasa yang tidak begitu ramah di telinga. Kita saling mengerti itu tanpa saling tersinggung .

3. Sampai pada waktu yang mengakhirinya
Aku ingat saat kau menghampiriku dan memperlihatkan bahwa kau harus kembali ke negara itu, aku hanya bisa diam tanpa kata dan kamu juga memilih diam dengan banyak kata yang kamu sembunyikan ...
 

4. Akhirnya Aku yang hanya bisa mengulang-ulang kenangan di dalam otakku
Aku hanya ingat pélukan perpisahan itu atau saat kamu memeluk bahuku saat kita berjalan bersama. Saat kamu memegang tanganku mengelus manja rambutku atau saat kamu tertawa tulus di depanku.
Aku ingat pesanmu bahwa jika aku merindukanmu aku harus ménghitung setiap detik waktu yang berlalu saat kmu meninggalkanku .
Dan sekarang saat jarak sudah begitu nyata. Dan kita masih memilih diam aku yang berusaha mengikhlaskan. Karena aku tau jarak, negara kita sudah sangat berbeda bahkan tawanya tidak lagi terdengar. Senyunya tidak lagi terlihat.
Aku yg berusaha mengikhlaskanmu tanpa berhenti mencintaimu.
Aku yang berusaha tersenyum tanpa hadirmu. Atau sekedar tertawa palsu untuk membuktikan bahwa tanpamu aku baik-baik saja.
Untukmu yang ada disana aku masih disini dengan posisi yang sama masih bersama dengan hitungan detik yang kamu tinggalkan.
Memilih berdamai dengan hatiku yang tetap memilih untuk mencintaimu.

5. Aku yang sekarang memilih sendiri

Dan sekarang aku hanya memilih sendiri, hanyut dalam lamunanku, aku yang berharap setiap malam kau bisa hadir dalam mimpiku.
Kamu tetaplah menjadi kamu,mungkin kita sekarang hanya bisa membagi rasa lewat doa, walaupun Tuhan kita berbeda aku harap mereka bekerja sama untuk menyampaikan rasa ini .

0 komentar:

go-top

Posting Komentar

Pengikut

Mengenai Saya

Foto saya
REZPECT AND UNITY FOR ALL^^

Wikipedia

Hasil penelusuran

Daftar Blog Saya

Translate

Total Tayangan Halaman

Cari Blog Ini

 
 
 
top